![]() |
| Jakarta melaporkan 4.958 COVID-19 kasus yang dikonfirmasi, 767 pemulihan |
ASLIKARTU - Pada hari Sabtu, Jakarta telah mencatat total 4.958 kasus yang dikonfirmasi dari penyakit virus corona novel, atau COVID-19, meningkat 57 dibandingkan dengan jumlah kasus hari sebelumnya. Agen Poker
"Dari total, 2.312 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, 1.442 orang terisolasi secara mandiri di rumah," kata Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, Widyastuti, di Jakarta, Sabtu.
Sebanyak 767 orang telah pulih dari infeksi, terhitung sekitar 15 persen dari total kasus. Sementara itu, jumlah kematian pasien telah mencapai 437, terhitung 8,8 persen dari total kasus, pada hari Sabtu. Korban tewas telah naik 6 dari 431 yang tercatat pada hari sebelumnya.
Sejauh ini, Satuan Tugas COVID-19 Jakarta telah mencatat 1.750 kasus tanpa gejala (OTG). Sebanyak 7.799 orang ditempatkan di bawah pengawasan (ODP), tetapi kemudian, 7.551 ternyata negatif untuk COVID-19, dan saat ini, hanya 248 orang sedang dipantau.
Gugus tugas juga mencatat total 6.355 pasien di bawah pengawasan (PDP), di antaranya, 5.282 telah dikeluarkan dari rumah sakit, sementara 1.073 sedang menjalani perawatan.
Sebanyak 84.824 orang telah menjalani tes cepat, dan di antaranya, 3.358 telah ditemukan reaktif terhadap COVID-19 dan 81.466 dinyatakan negatif.
Secara kumulatif, tes reaksi rantai polimerase (PCR) telah dilakukan pada total 78.579 sampel di Jakarta pada 8 Mei 2020. Pada hari Jumat (8 Mei), 1.091 orang menjalani tes diagnostik di ibu kota.
Pemerintah Jakarta, bekerja sama dengan berbagai LSM dan donor, telah mendistribusikan ratusan ribu paket makanan kepada orang-orang yang terkena dampak pandemi coronavirus yang baru.
Jakarta terus meningkatkan pengujian diagnostik terhadap orang-orang di lima kotamadya dan satu kabupaten untuk mencegah penyebaran virus.
Gubernur Jakarta Anies Baswedan telah mengeluarkan Peraturan Gubernur No. 33 Tahun 2020 tentang memberlakukan tindakan pengelompokan sosial skala besar (PSBB) di ibukota, efektif mulai 10 April 2020, setelah mendapat persetujuan dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.
Ibukota Indonesia adalah kota pertama di negara ini yang memberlakukan pembatasan sosial berskala besar untuk membendung penyebaran penyakit coronavirus, menurut Anies. Agen Sakong








0 komentar:
Posting Komentar