Jumat, 03 April 2020

Sebanyak 5 WNI Yang Berada Diluar Negri Meninggal Dunia Akibat Terpapar Corona atau Covid-19

   Singapura Laporkan 2 Kematian Pertama karena Corona, Salah Satunya ...

ASLIKARTU NEWS  -  Retno Marsudi, Mentri Luar Negri RI mengatakan sejauh ini total ada lima warga negara Indonesia yang berada di luar negri dinyatakan meninggal dunia karena terinfeksi virus corona atau Covid - 19. AGEN DOMINO

Berdasarkan data Kemntrian Republik Indinesia (Kemenlu RI) per Jumat (3/4) menyatakan kelima WNI yang meninggal diantaranya satu WNI di Inggris, dua WNI di Malaysa dan dua WNI lainnya berada di Singapura.

Pelaksana tuags juru bicara Kemenlu RI, Teuku Faizasyah menerangkan salah satu warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal di Malaysia dipastikan bukan peserta dari jamaah tablig di Masjid Sri Petaling.

"Sudah dikonfirmasi bahwa yang bersangkutan tdak terkait dengan jamaah tabligh, tapi seseorang yang bekerja di Kuching. Jenazah sudah dimakamkan di Selangor, Malaysia dan tidak dipulangkan ke Tanah Air. Hal tersebut sudah atas izin dan kesediaan keluarga yang bersangkutan." tambah Faizasyah.

                        AGEN POKER ONLINE


Namun hingga berita ini diturunkan Faizasyah dan Direktur Perelindungan WNI dna Badan Hukum Kemenlu RI, Judha Nugraha beleum menjawab pertanyaan mengenai satu WNI lainnya yang meninggal di Negri Jiran.

Sedangkan KBRI London menuturkan bahwa WNi yang meninggal di Inggris itu bernama Neneg Jaya yang sudah berusia 62 thun. Neneng diketahui meninggal pada hari Jumat (27/3). Neneng diketahui sebagai pekerja imigran untuk keluarga Nishat Hussain di London sejak 15 tahun lalu.

Berdasarkan informasi  dari keluarga Hussain, Neneng dibawa ke Nort Middlesex Hospital pada 18 Maret lalu dan Neneng dinyatakan positif corona pada dua hari setelahnya. Kemudian Neneng dimakamkan di Stanmore Cemetery atau Eternal garden of Peace pada 1 April lalu.

Di Singapura 2 WNI dinyatakan meninggal setelah terapapar firus corona. Kedua WNI itu masing-masing merupakan perumpuan berusia 64 tahun dan pria berusia 63 tahun.

Pasien berusia 64 tahun itu meninggal pada Sabtu (21/3) lalu setelah mengalami kritis selama berada diruang ICU Rumah Sakit Pusat Penyakit Menular Singapura (NCID). Dia masuk kerumah sakit tersebut pada 13 Maret setelah tiba dari Indonesia pada hari yang sama Dan dinyatakan positif corona pada hari berikutnya.

Sedangkan WNI yang berusia 63 tahun meninggal pada hari Kamis (2/4) lalu setelah mengalami komplikasi penyakit karena memiliki riwayat diabetes dan hipertensi.

Pemerintah Singapura mengatakan korban memiliki izin kerja di Singapura, dan berada di Indonesia sejak 20 Januari hingga 16 Maret.  Pada 22 Maret, dirinya dirawat di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) dan dikonfirmasi memiliki Covid-19 pada hari yang sama. AGEN DOMINO

0 komentar:

Posting Komentar