![]() |
| Pekerja Indonesia yang tiba dari Malaysia diawasi: pemerintah |
ASLIKARTU - Lebih dari 4.000 pekerja migran Indonesia yang telah tiba di Provinsi Riau dari Malaysia telah ditempatkan di bawah pengawasan Agen Poker karena negara tetangga juga menyaksikan wabah COVID-19, kata seorang pejabat pemerintah setempat.
"Pada hari para pekerja migran kami tiba di Riau, petugas kesehatan kami memeriksa suhu tubuh mereka dan menyemprotkannya dengan cairan desinfektan," juru bicara Satgas Penanganan Pemerintah Provinsi Riau COVID-19, Indra Yovi, dikutip oleh ANTARA mengatakan di sini di Kamis.
Pihak berwenang mengkarantina semua yang hadir dengan gejala COVID-19 dan suhu tubuh 38 derajat Celcius di bangsal isolasi yang didirikan di terminal kedatangan, dan mereka yang dinyatakan sehat diizinkan pulang ke rumah, kata Yovi.
Namun, pekerja migran yang sehat diharuskan untuk melakukan karantina sendiri untuk memastikan mereka bebas dari infeksi sehingga mereka tidak menularkan virus ke kerabat atau kontak lain.
Pekerja perlu secara konsisten mempraktekkan tindakan menjaga jarak fisik yang direkomendasikan selama karantina sendiri, saran Yovi.
Provinsi Riau, Pulau Sumatra menerima 4.444 pekerja migran Indonesia setelah pemerintah Malaysia memberlakukan PHK di tengah kekhawatiran kesehatan masyarakat atas penyebaran penyakit coronavirus. Para pekerja tiba dari minggu keempat Maret hingga 1 April 2020, menurut kepala Kantor Komunikasi, Informasi, dan Statistik Pemerintah Provinsi Riau, Chairul Riski.
Para pekerja memasuki Indonesia melalui tiga pelabuhan di Riau - Tanjung Harapan di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti; Bandar Sri Junjungan di Kota Dumai; dan, Bandar Sri Laksamana di Kabupaten Bengkalis, Riski melanjutkan.
Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar telah mengimbau pekerja kesehatan di provinsi tersebut untuk memprioritaskan pengujian cepat terhadap pekerja migran Indonesia yang kembali dari Malaysia.
Gubernur Syamsuar mendesak warga untuk memahami alasan di balik memberikan prioritas kepada pekerja migran yang kembali karena jumlah mereka cenderung meningkat dari hari ke hari. Mereka yang kembali dari Malaysia telah dikategorikan sebagai orang yang diawasi.
Selain itu, beberapa penduduk Provinsi Riau telah pulang dari berbagai kota di Pulau Jawa, termasuk Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, yang telah melaporkan kasus COVID-19 yang dikonfirmasi. Mereka juga ditempatkan di bawah pengawasan, katanya.
Data dari Dinas Kesehatan Riau mengindikasikan bahwa pada hari Rabu pagi, provinsi ini memiliki 16.694 orang dalam pengawasan dan 115 pasien dalam perawatan, Gubernur menyatakan, menambahkan bahwa hasil dari tes cepat diharapkan akan segera diketahui.
Mereka yang menunjukkan gejala COVID-19 akan segera dikarantina atau dirawat di rumah sakit, katanya. Agen Sakong








0 komentar:
Posting Komentar