Kamis, 23 April 2020

Polisi Aceh Timur diganjar hadiah karena operasi penghilang perdagangan narkoba

Polisi Aceh Timur diganjar hadiah karena operasi penghilang perdagangan narkoba
Polisi Aceh Timur diganjar hadiah karena operasi penghilang perdagangan narkoba

ASLIKARTU - Tujuh polisi Aceh Timur dihadiahi oleh penjabat Gubernur Aceh Nova Iriansyah karena menggagalkan upaya cincin narkoba Agen Poker untuk menyelundupkan 45 kg metamfetamin kristal ke Desa Naleung, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.

Kepala Kantor Kesatuan Politik dan Nasional Aceh (Kesbangpol), Mahdi Efendi, memberikan hadiah atas nama gubernur Aceh pada hari Rabu di aula kantor polisi Aceh Timur di Idi. Kepala Polisi Aceh, Inspektur Jenderal Wahyu Widada, berpartisipasi dalam acara tersebut melalui konferensi video dari Banda Aceh, ibukota Provinsi Aceh.

Widada berterima kasih kepada penjabat gubernur Aceh untuk penghargaan dan hadiah untuk anak buahnya.

Karena kedekatan geografisnya dengan beberapa negara, Provinsi Aceh rentan terhadap kegiatan perdagangan narkoba trans-nasional, katanya.

Untuk memenangkan perang melawan narkoba, Widada menyoroti pentingnya membangun sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.


Dalam serangan narkoba baru-baru ini, polisi daerah Aceh Timur telah berhasil menggagalkan upaya para pengedar narkoba untuk menyelundupkan 45 kg kristal met dan menangkap lima tersangka yang tergabung dalam sindikat narkoba internasional.

Para tersangka telah diidentifikasi dengan inisial mereka sebagai KS (28), BS (32), AJ (45), JN (23), dan TJ (23).

Indonesia masih berada di bawah ancaman serius dari pengedar narkoba, dengan beberapa anggota populasi usia kerjanya terperangkap dalam lingkaran setan penyalahgunaan narkoba.

Menurut laporan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), sekitar 50 kematian terkait penggunaan narkoba terjadi setiap hari di Indonesia. Namun, kematian telah gagal untuk menghalangi pengguna narkoba lain di negara ini.

Pengguna metamfetamin kristal, narkotika, ganja, dan obat adiktif lainnya melampaui komunitas dan latar belakang sosial ekonomi dan budaya.

Indonesia dipandang baik oleh pengedar narkoba domestik dan transnasional sebagai pasar potensial karena populasi yang besar dan jutaan pengguna narkoba. Perdagangan narkoba di negara ini diperkirakan mencapai hampir Rp66 triliun. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar