Rabu, 13 Mei 2020

Polisi menangkap cincin distribusi narkoba, menyita 14,4 kg kristal met

Polisi menangkap cincin distribusi narkoba, menyita 14,4 kg kristal met
Polisi menangkap cincin distribusi narkoba, menyita 14,4 kg kristal met

ASLIKARTU - Polisi Metropolitan Jakarta Barat merusak cincin distribusi obat internasional yang berbasis di Jakarta Utara, yang berencana mengambil keuntungan dari wabah koronavirus untuk memperdagangkan 14,4 kilogram kristal metamfetamin di pasar. Agen Poker

Dua tersangka anggota sindikat narkoba, yang diidentifikasi dengan inisial mereka sebagai MTO dan WNR, ditangkap saat penggerebekan polisi di Apartemen MOI di Kelapa Gading, Jakarta Utara, seorang petugas polisi mengatakan pada hari Selasa. Mereka dilaporkan menggunakan apartemen untuk menyimpan obat-obatan.

Tiga tersangka lain berhasil melarikan diri, kata Kepala Unit Investigasi Narkoba Metropolitan Jakarta Barat, Komisaris Ronaldo Maradona.

Ketiga buronan itu diidentifikasi hanya dengan inisial mereka R, RS, dan EE, katanya menambahkan, penyidik ​​kepolisian percaya bahwa mereka bertanggung jawab untuk mengendalikan kegiatan perdagangan narkoba transnasional dan perdagangan narkoba di Jakarta.

"Kasus narkoba ini terbongkar berkat misi penyamaran," ungkap Maradona.

Operasi narkoba di unit apartemen yang cincin narkoba digunakan untuk menyimpan obat-obatan dilakukan oleh personil polisi Kalideres dan Polisi Metropolitan Jakarta Barat.


Dua dari tersangka yang ditahan, MTO dan WNR, bekerja sebagai penjaga keamanan unit apartemen, sementara R, RS, dan EE berencana untuk memperdagangkan paket-paket kristal met sebelum musim liburan Idul Fitri, Maradona menginformasikan.

"Mereka (berencana) mendapat manfaat dari situasi pandemi coronavirus untuk memasok obat-obatan dan memperdagangkannya menjelang musim liburan Idul Fitri," katanya.

Polisi Metropolitan Jakarta Barat akan melanjutkan perang terhadap narkoba di tengah penegakan pembatasan sosial berskala besar di Jakarta, yang telah diterapkan untuk memutus rantai penularan virus coronavirus, tambahnya.

"Misi kami adalah menjadikan Jakarta sebagai kota tanpa narkoba," kata Maradona.

Indonesia masih berada di bawah ancaman serius dari pengedar narkoba, dengan beberapa anggota populasi usia kerjanya terperangkap dalam lingkaran setan penyalahgunaan narkoba.

Menurut laporan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), sekitar 50 kematian terkait penggunaan narkoba terjadi setiap hari di Indonesia. Namun, kematian telah gagal untuk menghalangi pengguna narkoba lain di negara ini.

Pengguna metamfetamin kristal, narkotika, ganja, dan obat adiktif lainnya melampaui komunitas dan latar belakang sosial ekonomi dan budaya.

Indonesia dipandang baik oleh pengedar narkoba domestik dan transnasional sebagai pasar potensial karena populasi yang besar dan jutaan pengguna narkoba. Perdagangan narkoba di negara ini diperkirakan mencapai hampir Rp66 triliun.

Dalam menghadapi ancaman besar yang ditimbulkan oleh para raja narkoba, pada 5 Desember 2019, Komisaris Utama BNN Heru Winarko telah bertemu dengan Menteri Keamanan Mahfud MD untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan perang Indonesia terhadap narkoba, termasuk kebutuhan untuk mengeksekusi terpidana mati.

"Hukuman mati adalah bagian dari undang-undang yang harus dijatuhkan," kata Winarko setelah pertemuannya dengan menteri koordinator untuk urusan politik, hukum, dan keamanan. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar