![]() |
| Indonesia tidak boleh terlalu mengandalkan bantuan luar negeri COVID-19: Kalla |
ASLIKARTU - Mantan wakil presiden dan ketua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla, mengatakan Indonesia harus memberikan kontribusi nyata bagi upaya ilmiah global untuk mengembangkan pengobatan COVID-19 yang efektif, dan tidak terlalu bergantung pada sumbangan asing. Agen Poker
"Indonesia harus berkontribusi pada dunia sains (dengan cara-cara yang berbeda) untuk menangani penyakit coronavirus baru," kata Kalla dalam sebuah pernyataan pers di sini pada hari Rabu setelah pertemuan dengan kepala Institut Biologi Molekuler Eijkman, Amin Subandrio.
Mengenai kerjasama Palang Merah Indonesia (PMI) dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Kalla mengatakan, PMI mendukung lembaga dengan menyediakan akses ke fasilitas pemrosesan darah di 15 kota besar di negara ini.
"PMI berada dalam posisi untuk (menyediakan) cadangan, tetapi dukungannya tidak di bidang ilmiah, yang merupakan tanggung jawab Eijkman," kata mantan wakil presiden Indonesia, menambahkan bahwa Eijkman dipersilakan untuk menggunakan fasilitas pemrosesan darah PMI.
Sementara itu, kepala Institut Biologi Molekuler Eijkman, Amin Subandrio, mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan protokol dan etika perlindungan bagi para pekerja medis yang terlibat dalam program kolaborasi terapi plasma konvensional untuk pasien COVID-19.
"Teman-teman kita di rumah sakit memerlukan etika dan peraturan perlindungan sehingga jika sesuatu terjadi dan ada gugatan, mereka tidak akan disalahkan karena (program) ini telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM) dan komite etika, "jelasnya.
Singkatnya, layanan yang berhubungan dengan terapi plasma dapat dimulai setelah protokol nasional dan etika perlindungan telah disetujui. Layanan akan dimulai dengan pengumpulan data korban COVID-19 yang tersedia di rumah sakit.
Data para penyintas COVID-19 akan ditindaklanjuti oleh PMI untuk memeriksa kelayakan mereka untuk menjadi donor untuk plasma darah konvensional.
"Proses dari rumah sakit untuk mengumpulkan plasma darah akan dilakukan oleh pekerja PMI," katanya, menambahkan bahwa plasma nantinya akan diperiksa oleh Eijkman di laboratoriumnya, yang memiliki total kapasitas pemrosesan 1.116 sampel per hari.
Pada awal Mei, Palang Merah Indonesia untuk wilayah Jakarta (PMI Jakarta) telah menyatakan kesediaan untuk mengumpulkan darah pasien COVID-19 yang pulih untuk melakukan uji coba pengobatan COVID-19 menggunakan plasma darah konvensional di Indonesia, seperti yang diusulkan oleh Eijkman Institute. Agen Sakong








0 komentar:
Posting Komentar