![]() |
| Jakarta memiliki lebih dari setengah kasus COVID-19 di Indonesia |
ASLIKARTU - Jakarta tetap menjadi pusat penyebaran virus korona di Indonesia dengan 2.242 kasus yang dikonfirmasi, atau lebih dari Agen Poker setengah total infeksi yang tercatat di negara ini pada hari Senin, sesuai data dari situs web pemerintah.
Indonesia sejauh ini melaporkan 4.241 COVID-19 kasus dan 373 kematian, dimana 209 telah dicatat di Jakarta saja.
Menurut data di situs web pemerintah provinsi Jakarta, corona.jakarta.go.id, diakses oleh ANTARA pada hari Senin, 142 pasien COVID-19 di ibu kota telah sepenuhnya pulih dari penyakit virus coronavirus baru dan telah dikeluarkan dari rumah sakit.
Saat ini, terdapat 1.370 pasien COVID-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit di Jakarta, sementara 521 lainnya yang menunjukkan gejala COVID-19 mengamati isolasi diri, ungkap situs web tersebut.
Untuk memutus rantai pandemi coronavirus, Gubernur Jakarta Anies Baswedan telah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar dan tindakan menjaga jarak di ibu kota sejak 10 April.
Pembatasan akan tetap berlaku selama 14 hari, di mana keluarga miskin dan rentan di Jakarta akan menerima bantuan.
Selama pengenaan status pembatasan sosial skala besar (PSBB), delapan poin telah ditetapkan sesuai dengan kebijakan yang digariskan oleh keputusan menteri kesehatan tentang PSBB, yang mencakup belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah.
Pertemuan lebih dari lima orang juga dilarang.
Saleh Partaonan Daulay, anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang mengawasi masalah kesehatan dan tenaga kerja, telah memuji pemerintah pusat karena mengizinkan pemerintah provinsi Jakarta untuk menegakkan kebijakan tersebut.
Pembatasan tersebut diharapkan dapat mempercepat upaya negara untuk mengekang penyebaran virus mematikan. Untuk memastikan pembatasan diberlakukan secara efektif, semua tindakan yang diperlukan harus dipersiapkan dengan baik, kata Daulay.
Penyakit coronavirus awalnya menyerang kota Wuhan di Cina pada akhir 2019. Sejak itu, penyakit ini menyebar ke hampir semua negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, mendorong Organisasi Kesehatan Dunia untuk menyatakannya sebagai pandemi global. Agen Sakong








0 komentar:
Posting Komentar