Rabu, 01 April 2020

COVID-19: Warga diminta membatalkan rencana 'mudik'

COVID-19: Warga diminta membatalkan rencana 'mudik'
COVID-19: Warga diminta membatalkan rencana 'mudik'

ASLIKARTU - Pemerintah Indonesia telah mendesak warga untuk membatalkan rencana 'mudik', sebuah eksodus tahunan ketika orang-orang kembali Agen Poker ke desa dan kota asal mereka untuk merayakan Idul Fitri bersama teman dan keluarga, untuk mencegah lebih banyak infeksi virus korona.

"Bulan suci Ramadhan akan segera tiba di atas kita. Tentu saja, kita akan kehilangan kembali ke desa-desa kita, tetapi yang lebih penting adalah kita menjaga desa kita tetap sehat. Karena itu, kita tidak boleh kembali ke kampung halaman kita," kata pemerintah juru bicara untuk tanggapan COVID-19, Achmad Yurianto, saat jumpa pers hari Rabu di Jakarta.

Pemerintah telah mengajukan banding karena salah satu faktor utama dalam penyebaran penyakit coronavirus adalah pergerakan manusia yang membawa virus, jelasnya.

"Kami sadar bahwa virus ini bergerak karena dibawa oleh manusia, dan karena itu, gerakan manusia yang tidak terkendali akan menyebabkan masalah," katanya.

Oleh karena itu, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembatasan pergerakan, termasuk ke kampung halaman dan desa, akan menjadi penting dalam mengendalikan penyebaran infeksi, lanjutnya.


Yurianto mengatakan dia yakin komunitas akan membuat keputusan yang tepat untuk memastikan keselamatan semua orang.

"Saudara dan saudari, jadilah pahlawan. Lindungi dirimu, keluarga sesamamu, dan bangsa Indonesia. Aku yakin, kita bisa melakukannya," pungkasnya.

103 orang pulih

Satuan Tugas untuk Percepatan Penanganan COVID-19 telah menempatkan jumlah pasien COVID-19 yang pulih dari infeksi di Indonesia pada 103, dan jumlah total kasus positif pada 1.677, pada 12 p.m. waktu setempat pada hari Rabu.

Menurut satuan tugas, wabah koronavirus telah menyebar ke total 32 provinsi di Indonesia.

Kasus telah dilaporkan di Provinsi Aceh (lima), Bali (25), Banten (152), Bangka Belitung (dua), Bengkulu (satu), DI Yogyakarta (28), dan DKI Jakarta (808).

Sementara itu, Jambi telah melaporkan dua kasus, Jawa Barat 220, Jawa Tengah 104, Jawa Timur 104, Kalimantan Barat 10, Kalimantan Timur 21, Kalimantan Tengah sembilan, Kalimantan Selatan delapan, dan Kalimantan Utara dua kasus.

Kasus juga telah dicatat di Kepulauan Riau (tujuh), NTB (enam), Sumatera Selatan (lima), Sumatra Barat (delapan), Sulawesi Utara (tiga), Sumatera Utara (22), Sulawesi Tenggara (tiga), Sulawesi Selatan ( 66), Sulawesi Tengah (dua), Lampung (delapan), Riau (tiga), Maluku Utara (satu), Maluku (satu), Papua Barat (dua), dan Papua (10). Sulawesi Barat telah melaporkan satu kasus positif. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar