Senin, 30 Maret 2020

Polisi menggagalkan upaya penjualan 11 kg shabu kristal

Polisi menggagalkan upaya penjualan 11 kg shabu kristal
Polisi menggagalkan upaya penjualan 11 kg shabu kristal

ASLIKARTU - Pasukan anti-narkoba Kepolisian Metropolitan Jakarta Barat menggagalkan upaya oleh enam pengedar narkoba untuk memperdagangkan Agen Poker metamfetamin kristal dengan mengambil keuntungan dari pihak berwenang mengalihkan sumber daya polisi untuk mengatasi krisis COVID-19.

Cincin narkoba itu terbongkar setelah dua kurir narkoba ditangkap ketika sedang berusaha mengantarkan satu kg kristal met kepada pembeli di daerah Kebon Jeruk, kepala Divisi Narkotika Polisi Metropolitan Jakarta Barat, Komisaris Ronaldo Maradona Siregar, mengatakan di sini, Senin.

Para pelaku perdagangan narkoba yang dicurigai, diidentifikasi dengan inisial mereka sebagai SA (30), AW (30), NR alias R (34), MAS alias K (34), AS alias T (34), dan AW alias B (35), adalah mencoba memperdagangkan 11 kg kristal sabu, lanjutnya.

Mereka diduga mencoba mengambil keuntungan dari krisis saat ini, di mana beberapa polisi fokus pada membubarkan kerumunan dan pertemuan publik karena mengandung penyebaran COVID-19, kata Siregar.

"Mereka mencoba menggunakan situasi ini (wabah COVID-19) untuk perdagangan dan perdagangan obat-obatan terlarang," kata Siregar.

Keenam pria itu ditangkap di tempat yang berbeda selama dua minggu.


Kekhawatiran publik yang sedang berlangsung tentang COVID-19 telah mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Indonesia.

Pada pukul 9.50 pagi Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) pada 30 Maret, jumlah pasien COVID-19 di seluruh dunia berjumlah 721.817, sementara jumlah kematian terdaftar pada 33.968, menurut Pusat Sumber Daya Corona dari Universitas Johns Hopkins.

Amerika Serikat telah mencatat jumlah infeksi tertinggi di 142.326, sedangkan Italia telah menyaksikan kematian terbanyak (10.779) di dunia.

Sejauh ini, 1.285 pasien dinyatakan positif COVID-19 di Indonesia, sementara 114 orang telah meninggal karena penyakit ini. Jakarta terus mencatat jumlah kasus dan kematian tertinggi yang dikonfirmasi.

Bahkan ketika menghadapi pandemi global, perang Indonesia terhadap narkoba terus berlanjut, mengingat fakta bahwa negara itu tetap berada di bawah ancaman serius dari para pengedar narkoba, karena beberapa individu dari populasi usia kerjanya telah menjadi terlibat dalam siklus obat-obatan terlarang, kata para pejabat.

Sebuah laporan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) yang menyatakan bahwa sekitar 50 orang Indonesia meninggal karena penggunaan narkoba setiap hari tidak menghalangi pengguna narkoba di negara ini dari mengkonsumsi zat terlarang.

Pengguna metamfetamin kristal, narkotika, ganja, dan jenis obat adiktif lainnya berasal dari semua komunitas dan melampaui latar belakang sosial ekonomi dan budaya, menurut para pejabat.

Indonesia dipandang oleh pengedar narkoba domestik dan transnasional sebagai pasar potensial karena populasi yang besar dan jutaan pengguna narkoba. Nilai perdagangan narkoba di dalam negeri diperkirakan sekitar Rp66 triliun. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar