![]() |
| Pemerintah mengalokasikan Rp17 miliar untuk sistem distribusi air Pulau Galang |
ASLIKARTU - Pemerintah telah mengalokasikan dana senilai Rp17 miliar Agen Poker untuk memasang sistem distribusi air di Pulau Galang di Batam, Kepulauan Riau, yang akan dikembangkan sebagai pusat isolasi dan observasi penyakit menular.
"Kami belum menghitung total pendanaan. Namun, untuk ini (sistem distribusi air), kami membutuhkan Rp17 miliar," Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyatakan di Bendungan Monggak di Pulau Rempang, Batam, Senin.
Menteri menegaskan bahwa pemerintah akan merenovasi infrastruktur pulau, yang sebelumnya digunakan sebagai kamp bagi para pengungsi Vietnam, juga disebut sebagai orang-orang perahu, untuk menjadi pusat pengamatan dan pengamatan penyakit menular.
Kementerian tidak hanya akan menyalurkan perhatiannya pada pengembangan bangunan tetapi juga pada infrastrukturnya, seperti air bersih.
Air bersih akan dipasok dari Bendungan Monggak, puluhan kilometer dari kamp.
Meskipun ada reservoir air di kamp, kapasitasnya cukup kurang pada 0,1 meter kubik per detik, sementara permintaan air pulau diproyeksikan menyentuh 3,5 meter kubik per detik.
"Ini adalah bendungan terdekat, dengan kapasitas 230 ribu meter kubik. Kami akan mendapatkan lima meter kubik per detik dari bendungan," jelasnya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya menggemakan niat pemerintah untuk menghidupkan kembali fasilitas kesehatan di Pulau Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, untuk berfungsi sebagai rumah sakit untuk menangani penyakit menular, termasuk coronavirus baru (COVID-19).
"Kami sudah memiliki fasilitas, tetapi belum digunakan sejak lama. Akan segera direnovasi. Dengan demikian, kita akan memiliki Pulau Sebaru Kecil, Pulau Galang, dan Natuna. Kita dapat memilih salah satunya. Pengamatan tidak akan hanya fokus di Pulau Sebaru, "ungkap Jokowi.
Selama periode 1979-1997, Pulau Galang berfungsi sebagai kamp bagi para pengungsi dari Vietnam. Pulau ini memiliki berbagai fasilitas - barak, rumah ibadah, rumah sakit, dan sekolah - dan dapat menampung 250 ribu orang.
Kamp Galang ditutup pada tahun 1996, tujuh tahun setelah adopsi Rencana Aksi Komprehensif untuk Pengungsi Indo-Cina.
Semua pengungsi Vietnam telah dipulangkan oleh UNHCR. Pemindahan kamp secara resmi dari UNHCR ke Otoritas Pengembangan Industri Batam Indonesia berlangsung pada tahun 1997. Agen Sakong








0 komentar:
Posting Komentar