Minggu, 03 Mei 2020

Pemuda di Surabaya Gunakan Jalan Sepi Untuk Dijadikan Arena Balap Liar

Kacau, Remaja di Sidoarjo Manfaat Jalanan Sepi Saat PSBB Buat Balap Motor


ASLIKARTU NEWS  -  Ratusan motor dan remaja terjaring oleh kepolisian Sidoarjo, Jawa Timur. Para remaja ini manfaatkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Sidoarjo untuk aksi balap liar di tengah wabah Virus Corona atau Covid-19. AGEN DOMINO

Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardi mengatakan, jalan lengang di sejumlah wilayah Kabupaten Sidoarjo dimanfaatkan untuk saling adu kecepatan motor mereka. Tentu ini membuat resah masyarakat sekitar karena sangat membahayakan keselamatan pengendara dan masyarakat.

"Pada pertengahan April 2020 lalu, sekitar 200 motor dan 300 lebih ABG terjaring Polresta Sidoarjo karena terlibat dalam aksi balap liar," katanya dalam siaran pers yang diterima, Senin (4/5).

Menurutnya, hal ini sungguh memprihatinkan saat pemerintahan tengah berusaha memutuskan mata rantai penyebaran virus asal Wuhan, China ini.

"Niat baik dari pemerintah yang meliburkan sekolah berkaitan untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona, disalahgunakan oleh para pelajar untuk melakukan aktivitas yang tidak terpuji dan memprihatinkan kondisi seperti ini," tegasnya.

Kendati demikian, Polresta Sidoarjo terus melakukan patroli, serta menyebar berbagai spanduk himbauan kamtibmas terkait larangan dilakukannya balap liar.

                        AGEN POKER ONLINE

"Semoga dari berbagai upaya yang sudah kita lakukan, mereka dapat sadar dan tidak kembali melakukan balap liar di wilayah Kabupaten Sidoarjo," katanya.

Dengan adanya ini, kepolisian mulai lakukan penindakan dan penerapan sanksi kepada para pelanggar. Seperti terlihat di perbatasan wilayah hukum Kabupaten Sidoarjo dengan Kota Surabaya, para petugas gabungan tak segan segan menghentikan kendaraan roda dua maupun roda empat yang masih tidak patuh dengan aturan PSBB.

Salah satunya yang masih diabaikan oleh masyarakat, adalah adanya jam malam yang berlaku mulai pukul 21.00 hingga 04.00 WIB. Di mana rata-rata pelanggar aturan jam malam tersebut adalah pengendara usia muda.

"Mereka saat ditanya petugas tidak dapat menjelaskan alasan dan tujuan keluar malam. Selain itu mereka juga mengabaikan physical distancing yakni berboncengan tidak dalam satu keluarga, serta ada yang masih tidak bermasker," ujarnya.

"Sasaran operasi jam malam PSBB kami tidak hanya terhadap para pengendara kendaraan bermotor saja. Namun juga, personel gabungan disebar menyisir warung kopi, cafe dan tempat-tempat yang masih ada kerumunan massa," sambung Sumardji.

Tambah Sumardji, tindakan represif petugas gabungan dalam pelaksanaan PSBB dilakukan pengecekan kondisi tubuh pengendara dan juga rapid test Covid-19.

"Terkait hasil rapid test, sekitar 65 orang yang terjaring karena melanggar jam malam PSBB pada Minggu (3/5) dini hari, bahwa hasil rapid test mereka adalah negatif dari Covid-19," pungkasnya. AGEN DOMINO

0 komentar:

Posting Komentar