![]() |
| Polisi Maluku membunuh buaya yang diculik, berumur 6 tahun |
ASLIKARTU - Polisi Maluku di Kecamatan Air Buaya, Distrik Buru, Kamis menembak seekor buaya air asin yang telah menyambar dan Agen Poker memakan seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun yang berenang di dekat pantai di Desa Waimangit sehari sebelumnya.
Polisi kelautan Maluku menembak buaya sepanjang empat meter menggunakan senapan SS1 V5 pada hari Kamis dalam misi pencarian, kata juru bicara kepolisian Maluku Sen.Coms. Muhammad Roem Ohoirat pada hari Jumat di Ambon.
Buaya itu terlihat oleh beberapa warga Desa Waimangit dekat sungai sekitar 5,41 hal. waktu setempat pada hari Kamis. Kepala desa kemudian meminta polisi untuk mengeksekusi hewan liar itu karena penduduk desa menduga telah memakan anak laki-laki, yang diidentifikasi sebagai Johari Hentihu, hari sebelumnya.
Buaya itu diyakini telah menyambar bocah itu ketika dia berenang di dekat pantai desa sekitar pukul 11 pagi waktu setempat pada hari Rabu.
Hentihu dilaporkan berenang bersama teman-temannya Murni Sarea, Cinta Vanolong, dan Lala Umasugi. Setelah mereka selesai berenang, teman-teman Hentihu meninggalkannya sendirian di air. Ketika mereka kembali beberapa menit kemudian, Hentihu tidak terlihat. Mereka melaporkan dia hilang, kata Ohoirat.
Keluarga Hentihu dan penduduk desa setempat mencarinya, tetapi gagal menemukannya. Jadi mereka melaporkan masalah tersebut ke polisi dan agen SAR setempat.
Operasi pencarian dilakukan oleh lima personel satuan kepolisian Maluku, yang dipimpin oleh Inspektur Pertama Ajun Otis Damaryanan, bersama dengan beberapa anggota Badan Penelusuran dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) dan penduduk desa setempat.
Polisi berhasil menemukan dan membunuh buaya. Sisa-sisa anak lelaki yang meninggal itu diambil dari perut buaya dan dikuburkan, kata jurubicara polisi itu.
Serangan buaya telah berulang kali dilaporkan dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada bulan Februari, 2019, seorang nelayan bernama Julhaidir, 41, diserang oleh buaya besar di Sungai Seranggas, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Dia kehilangan salah satu tangannya dalam serangan itu.
Menurut seorang penduduk setempat, diidentifikasi sebagai Yansyah, insiden itu terjadi sore hari ketika korban mandi di Sungai Seranggas, anak sungai dari Sungai Mentaya, di daerah Desa Lempuyang. Agen Sakong








0 komentar:
Posting Komentar