Minggu, 26 April 2020

Langgar Aturan Corona, Warga Sragen Kapok 'Nginap' di Gudang Tua Angker

Langgar Aturan Corona, Warga Sragen Kapok 'Nginap' di Gudang Tua Angker


ASLIKARTU NEWS  -  Kisah unik dialami 3 orang pemudik asal Jakarta, Lampung dan Kalimantan yang nekat pulang kampung ke Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Sragen, Jawa Tengah saat pandemi Corona. Terlebih, saat nekat pulang kampung, mereka bandel tak taat menjalani karantina mandiri, Akibatnya, mereka dijemput pemerintah desa dan Tim Satgas Covid-19 setempat. AGEN DOMINO

Biar kapok, mereka dimasukkan ke rumah hantu untuk menjalani karantina selama 14 hari.

Di rumah hantu yang sejatinya sebuah gudang tas tua itu ternyata bisa membuat ketiga pemudik benar-benar kapok. Selain ketakutan, mereka juga mengaku selalu dibayang-bayangi kedatangan hantu sesungguhnya. Bahkan mereka mengaku pernah didatangi hantu yang mereka takutkan selama ini.

                AGEN POKER ONLINE

"Iya benar, ada 3 pemudik yang sudah kita pulangkan. Mereka sebenarnya baru beberapa hari menjalani karantina. Tapi sudah nangis-nangis, ketakutan dan katanya didatangi hantu beneran. Katanya kapok dan minta dipulangkan," ujar Kepala Desa Sepat, Mulyono.

Mulyono tidak mengetahui sosok hantu yang mendatangi ketiga pemudik, Ariyanto (40), Rokhim (40) dan Heri Susanto (41) tersebut. Namun ia membenarkan jika tempat karantina tersebut merupakan gudang tua yang sudah 10 tahun tidak digunakan. Sehingga masyarakat sekitar sering menyebut gudang angker.

"Itu dulu gudang tas. Sudah 10 tahun ini kosong. Mungkin mereka dibayang-bayangi hantu dan ketakutan. Semua sudah kita pulangkan, minta maaf dan berjanji untuk karantina mandiri. Orangtuanya juga ikut menjamin dan tetap akan kita awasi," katanya.

Mulyono mengatakan, dua pemudik terlebih dahulu dilepas setelah menjalani karantina selama 6 hari. Mereka adalah Ariyanto dan Rokhim, yang dilepas 5 hari lalu. Sedangkan seorang pemudik lainnya, Heri Susanto dipulangkan 2 hari setelahnya. Kendati telah dilepas semua, mereka akan dikembalikan ke rumah hantu tersebut jika melanggar kesepakatan.

"Setelah kita pulangkan, gudang tersebut saat ini kosong. Harapannya tidak akan ada lagi warga yang bandel dan dimasukkan ke rumah hantu," ucap Mulyono.

Ia juga berharap para pemudik yang baru pulang dari perantauan bisa menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari dengan tertib. Sehingga penyebaran covid-19 di desa tersebut bisa diminimalisir.  AGEN DOMINO

0 komentar:

Posting Komentar