Rabu, 08 April 2020

Enam warga Mimika tertangkap sambil memasok makanan untuk orang Papua bersenjata

Enam warga Mimika tertangkap sambil memasok makanan untuk orang Papua bersenjata
Enam warga Mimika tertangkap sambil memasok makanan untuk orang Papua bersenjata

ASLIKARTU - Polisi di Distrik Mimika, Provinsi Papua, pada Selasa menangkap enam warga setempat karena diduga berusaha Agen Poker memasok makanan ke kelompok pemberontak bersenjata yang dipimpin oleh Hengku Wamang di lingkungan Kali Kopi.

Para tersangka diidentifikasi sebagai Yohanis Wamang, Roni Wamang, Ema Natkiin / Natkime, Nangain Magai, Emarain Magai, dan Imelda Magai, kata Kepala Polisi Mimika Adjunct Sen.Coms. I Gusti Gede Era Adhinata pada hari Rabu di Timika, ibukota Distrik Mimika.

Para tersangka ditangkap selama operasi ketertiban umum bersama yang dilakukan oleh polisi dan personil militer setempat pada hari Selasa karena mencegah penduduk membawa parang dan minuman keras, ungkapnya.

Selama operasi, personel keamanan menemukan mobil milik tersangka yang sarat makanan, lanjutnya.

Selama pemeriksaan, para tersangka mengakui stok makanan, termasuk beras, mie instan, gula, kopi, dan bahan-bahan dapur, dimaksudkan untuk kelompok yang dipimpin Hengky Wamang, kata Adhinata.

Salah satu tersangka mengungkapkan dia terkait dengan Hengku Wamang dan mengatakan kepada penyelidik bahwa pemimpin kelompok pemberontak telah meminta mereka untuk membeli makanan dari pasar Pasar Lama Timika di Jalan Bhayangkara, tambahnya.

Situasi keamanan di Papua tetap bergejolak karena aksi kekerasan mematikan yang dilakukan oleh separatis Papua.


Para pemberontak sering terlibat baku tembak dengan anggota militer dan polisi Indonesia. Pemberontak juga telah melancarkan serangan mematikan terhadap warga sipil selama beberapa tahun terakhir dan membunuh beberapa dari mereka.

Sesuai catatan Kepolisian Papua, antara awal Januari dan 28 Desember 2019, total 23 kasus penembakan dan kriminal yang melibatkan kelompok-kelompok bersenjata Papua telah merenggut nyawa 10 anggota polisi dan militer serta 10 warga sipil.

Kelompok-kelompok bersenjata Papua telah melakukan tindakan kriminal seperti itu di wilayah administrasi distrik Puncak Jaya, Jayawijaya, Mimika, dan Paniai pada tahun 2019, kata Kepala Inspektur Jenderal Polisi Papua Paulus Waterpauw pada 28 Desember 2019.

Aksi teror yang dilakukan oleh pemberontak bersenjata di daerah Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang, misalnya, telah membuat penduduk setempat ketakutan. Akibatnya, mereka takut meninggalkan rumah untuk memanen tanah pertanian mereka. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar