Kamis, 23 April 2020

Diprediksi surplus produksi beras di Kalimantan Selatan

Diprediksi surplus produksi beras di Kalimantan Selatan
Diprediksi surplus produksi beras di Kalimantan Selatan

ASLIKARTU - Provinsi Kalimantan Selatan diperkirakan akan mencatat hingga 160.000 ton surplus beras pada Agustus 2020, sehingga penduduk Agen Poker tidak perlu khawatir tentang persediaan beras di tengah pandemi virus korona, kata seorang pejabat pemerintah daerah.

Surplus produksi beras akan membantu memastikan ketahanan pangan di Kalimantan Selatan sampai akhir 2020, kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, kepada wartawan di Banjarbaru, Rabu.

Panen pada bulan April, 2020 diharapkan menghasilkan 102.700 ton beras, katanya, menambahkan bahwa Kalimantan Selatan memiliki populasi sekitar 4,2 juta orang, dan mereka diperkirakan akan mengkonsumsi 33.425 ton beras per bulan.

"Data menunjukkan bahwa kami menikmati surplus beras," kata Rahman.

Surplus beras didistribusikan di 11 kabupaten penghasil beras di Provinsi Kalimantan Selatan, kecuali Banjarmasin dan Banjarbaru yang memiliki lahan sawah terbatas.

Tiga kabupaten yang melaporkan surplus beras tinggi adalah Tanah Laut, Barito Kuala, dan Banjar, sementara produksi beras di kabupaten lain, seperti Hulu Sungai Utara, Tabalong, dan Tapin, cukup untuk memenuhi permintaan mereka sendiri, kata Rahman.


Stok beras Indonesia telah menjadi masalah bagi pemerintah. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari Selasa meminta para pejabat untuk memastikan bahwa penilaian mereka terhadap stok beras Indonesia akurat ketika negara memasuki bulan puasa Ramadhan dan musim kemarau di tengah pandemi coronavirus.

Arahan Presiden datang di belakang peringatan yang dikeluarkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB, yang telah memperkirakan pandemi COVID-19 dapat memicu krisis pangan global.

"Pastikan stok beras kita mencukupi. Tolong, hitung dengan akurat. Juga, buat prediksi yang tepat tentang produksi beras kita saat kita memasuki musim kemarau. Berapa lama cadangan beras nasional kita akan bertahan?" kata Presiden.

Presiden Jokowi meminta pihak berwenang untuk menghitung stok beras nasional dengan mengacu pada data empiris yang valid dan dapat diandalkan. "Tolong, hitung dengan akurat. Jangan melebih-lebihkan," desaknya.

Presiden kemudian mengulangi peringatan FAO bahwa pandemi coronavirus saat ini dapat memicu kekurangan makanan di seluruh dunia.

Indonesia perlu berhati-hati karena semua negara, termasuk produsen beras, akan memprioritaskan kebutuhan domestik mereka, katanya, menambahkan bahwa pengenaan kuncian dapat mempengaruhi rantai pasokan makanan pokok. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar