![]() |
| 48 pekerja migran yang dikarantina di Bali diizinkan pulang |
ASLIKARTU - Empat puluh delapan pekerja migran Indonesia dikarantina di sebuah hotel di Kabupaten Badung, Provinsi Bali, telah diizinkan pulang setelah menyelesaikan karantina 14 hari mereka, kata seorang pejabat pemerintah. Agen Poker
Para pekerja, yang telah kembali dari luar negeri, tinggal di sebuah hotel di kawasan lingkungan Kuta selama karantina mereka, yang diberlakukan untuk memastikan mereka tidak menunjukkan gejala penyakit coronavirus baru, koordinator Gugus Tugas COVID-19 Pemerintah Provinsi Bali. , I Nyoman Gunarta, mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu di Mangupura.
Otoritas kesehatan masih memantau tujuh pekerja migran lainnya. Mereka masih menunggu hasil tes cepat COVID-19 mereka, katanya.
Menurut kepala Unit Pengawasan dan Imunisasi Pemerintah Kabupaten Badung, I Gusti Agung Alit Naya, tes cepat telah dilakukan untuk orang yang tidak menunjukkan gejala, atau tidak menunjukkan gejala COVID-19, orang yang diawasi (ODP), dan pelancong, termasuk pekerja migran.
Mereka semua diminta untuk melakukan karantina sendiri di rumah, tambahnya.
Karena pandemi koronavirus yang sedang berlangsung, industri pariwisata di pulau resor Indonesia Bali telah terpukul, dengan kedatangan wisatawan domestik dan asing jatuh tajam selama beberapa bulan terakhir.
Industri pariwisata Bali telah mengalami pukulan besar tidak hanya karena pandemi global, tetapi juga pembatasan perjalanan yang saat ini diberlakukan di Indonesia, kata Putu Astawa, kepala Kantor Pariwisata Pemerintah Provinsi Bali baru-baru ini.
Sebagai akibat dari penurunan jumlah pengunjung, tingkat hunian di banyak hotel di pulau resor rendah.
Untuk mengurangi penyebaran kasus COVID-19 yang diimpor, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyoroti pentingnya menangani mobilitas orang Indonesia dan orang asing yang tiba di negara itu,
Dia telah memperingatkan bahwa beberapa negara yang meratakan kurva coronavirus mereka saat ini ditantang oleh kasus impor, yang sebagian besar pasien dengan catatan perjalanan ke luar negeri.
China, Korea Selatan, dan Singapura adalah di antara negara-negara yang saat ini menghadapi apa yang disebutnya sebagai gelombang baru dari ancaman terkait penyakit coronavirus baru.
"Prioritas kami adalah, sekarang, tidak hanya menangani mobilitas orang-orang kami di Indonesia, tetapi juga menangani risiko COVID-19 yang ditimbulkan oleh mereka yang datang dari perjalanan ke luar negeri," katanya, seraya menambahkan bahwa kasus COVID-19 telah dicatat di 202 negara. dan wilayah sejauh ini.
Karenanya, Presiden Jokowi telah menegaskan kembali pentingnya memperkuat kebijakan tentang penanganan arus masuk warga negara asing dan warga Indonesia yang datang dari luar negeri. Agen Sakong








0 komentar:
Posting Komentar