Jumat, 13 Maret 2020

Sadis, Seorang Ibu di Tapanuli Pukul Kepala Bayi Hingga Penyok Lantaran Kesal Dengan Suami

   Image result for Kesal Pada Suami, Ibu di Tapsel Pukul Kepala Bayi Hingga Penyok


ASLIKARTU NEWS  -  Seorang ibu berinisial ps (27) warga Desa Huta Pardomuan, Kecamatan Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara tega melakukan penganiayaan terhadap anaknya yang masih berusia 4 bulan. AGEN DOMINO

Penganiayaan tersebut dilakukan lantaran dirinya kesal terhadap sang suami, hasil dari penganiayaan yang dilakukan bayinya yang masih berusia 4 bulan itu membuat dahi sang bayi menjadi penyok.

Bhabinkamtibnas Polsek Batang Angkola, Aipda D Tampubolon mengatakan korbannya merupakan bayi berusia 4 bulan yang dipukul ibu kandungnya dengan tangan hingga membuat dahinya penyok kedalam, bayi tersebut berinisial RS.

                    AGEN POKER ONLINE


Berdasarkan penyelidikan awal, PS kesal dengan perilaku suaminya yang berinisial MS (63). PS menerangkan bahwa dirinya kesal karena suaminya kerap melakukan penganiayaan terhadap anaknya yang lainnya.

Kedua pasangan tersebut dikaruniai dua laki-laki dan seorang perumpuan yang kini berada di rumah sakit. Saat menikah dengan MS, PS membawa seorang anak dari pernikahan yang pertama, dimana sekarang anaknya duduk dibangku sekolah kelas 2 SD.

"Anak yang dibawa PS inilah yang kerap mendapatkan penganiayaan dari suaminya, jadi membuat pelaku marah dan kesal." ungkap Aipda D Tampubolon.

Kejadian itu diinformasikan kepada Aipda D Tampubolon. Setelah melakukan pemeriksaan, dia meapor ke kapolsek setempat dan diteruskan ke Kapolres Tapsel, AKBP Irawa Zaini Adib dan Ketua Bhayangkari Cabang Tapsel Dewi Irwa. Kemudian mengambil langkah untuk menyelamatkan korban dan saudara-saudaranya.

AKBP Irwa mengatakan sudah memerintahkan Kapolsek Batang Angkola dan Bhayangkari untuk menyelamatkan bayi RS. Langkah awal, ES kita evakuasi ke RSU Sipirok untuk mendapatkan perawatan yang lebih memadai.

Dalam peristiwa penganiaayaan tersebut, sang ibu atau tersangka akan menjalani pemeriksaan terhadap kejiawaannya.

AKBP Irwa Zaini Adib mengatakan sangat mendahulukan kemanusiaan dan penyelamatan korban delam menangani kasus ini, karena korban juga memiliki dua saudara yang masih anak-anak dibawah umur.

"Sambil kasusnya berjalan, kita selamatkan anak anak dulu, karena keluarga ini belum punya BPJS dan biaya perawatan korban untuk sementara ditanggung oleh Ketua Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan." tambahnya. AGEN DOMINO

0 komentar:

Posting Komentar