Senin, 16 Maret 2020

Polisi Kalsel dipuji atas penghancuran cincin narkoba

Polisi Kalsel dipuji atas penghancuran cincin narkoba
Polisi Kalsel dipuji atas penghancuran cincin narkoba

ASLIKARTU - Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor berjanji untuk memberi penghargaan kepada anggota divisi narkotika Agen Poker kepolisian provinsi karena mengungkap raket narkoba utama dan menyita 208 kg kristal met dan 13,9 kg pil ekstasi.

"Ini adalah operasi yang sukses dan luar biasa oleh petugas polisi kami. Ini perlu sangat dihargai. Saya meminta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan Supian HK untuk membantu memberikan hadiah," katanya pada konferensi pers di sini, Senin. .

Konferensi pers dihadiri oleh Kepala Inspektur Jenderal Polisi Kalimantan Selatan Yazid Fanani, anggota Forum Komunikasi Kepemimpinan Daerah (Forkopimda), dan beberapa tokoh agama.

Gubernur mengatakan para penyelidik Kalimantan Selatan menyita sejumlah besar obat-obatan terlarang. "Polisi kami baru saja menemukan cincin narkoba Malaysia dan menyita 22,7 kg metamfetamin kristal," katanya.

Polisi setempat juga menyita tambahan 208 kg kristal met dan 13,9 kg pil ekstasi. "Kalimantan Selatan jelas ditargetkan oleh sindikat narkoba trans-nasional," kata Gubernur.

Selama operasi narkoba baru-baru ini, polisi menangkap seorang tersangka, yang diidentifikasi hanya dengan inisialnya sebagai DA. Kurir berusia 25 tahun itu memberi tahu penyelidik bahwa ia dibayar Rp20 juta untuk mengangkut obat-obatan.


Gubernur Sahbirin Noor mengatakan perang terhadap narkoba menuntut kerja keras yang tak berkesudahan untuk menyelamatkan masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan dari penyalahgunaan narkoba.

"Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika pengiriman obat bius yang sangat besar ini telah mencapai orang-orang kami. Itu akan mempengaruhi generasi Tanah Lambung Mangkurat," katanya.

Penguasa narkoba Malaysia-Indonesia telah menargetkan tidak hanya masyarakat Kalimantan Selatan, tetapi juga Provinsi Kalimantan Barat.

Pasukan anti-narkoba Kalimantan Barat baru-baru ini menggagalkan upaya penyelundupan lima kg kristal met dari kota Malaysia, Kuching, ke Provinsi Kalimantan Barat dengan bantuan seorang terpidana narkoba di penjara Pontianak.

Indonesia tetap berada di bawah ancaman serius dari para pengedar narkoba, dengan sejumlah individu dari kelompok usia kerja bangsa ini terjebak dalam lingkaran setan penyalahgunaan narkoba.

Badan Narkotika Nasional (BNN) melaporkan bahwa sekitar 50 orang Indonesia meninggal karena penggunaan narkoba setiap hari, tetapi hal itu tidak menghalangi konsumsi obat-obatan di negara ini.

Para pengguna metamfetamin kristal, narkotika, ganja, dan jenis obat adiktif lainnya milik semua komunitas dan melampaui latar belakang sosial ekonomi dan budaya, menurut para pejabat.

Indonesia dipandang oleh pengedar narkoba domestik dan transnasional sebagai pasar potensial karena populasi yang besar dan jutaan pengguna narkoba. Nilai perdagangan narkoba di dalam negeri diperkirakan telah mencapai sekitar Rp66 triliun. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar