Kamis, 19 Maret 2020

Penjajaran sosial dilakukan di antara penumpang di bandara Bali

Penjajaran sosial dilakukan di antara penumpang di bandara Bali
Penjajaran sosial dilakukan di antara penumpang di bandara Bali

ASLIKARTU - Otoritas Bandara Internasional I Gusti Ngurai Rai, Pulau Bali, telah menerapkan konsep jarak sosial bagi penumpang Agen Poker dan orang lain di area bandara untuk menahan penyebaran penyakit coronavirus baru (COVID-19).

"Ini jarak sosial telah dibuat efektif di daerah bandara sejak Rabu (18 Maret)," juru bicara operator bandara milik negara Angkasa Pura (AP) I di Bandara Internasional I Gusti Ngurai Rai Arie Ahsanurrohim menyatakan di sini pada hari Kamis.

Dalam menerapkan aturan jarak sosial, otoritas bandara telah menempelkan stiker di pos pemeriksaan keamanan dan area gerbang keberangkatan untuk memberi tahu penumpang dan mengatur ulang kursi untuk memastikan jarak fisik satu meter dipertahankan di antara mereka.

"Kami memastikan jarak fisik satu meter antara penumpang, sehingga jika salah satu dari mereka jatuh sakit, ia diharapkan tidak menginfeksi orang lain yang duduk di sebelahnya," kata Ahsanurrohim.


Stiker jejak kaki juga telah diletakkan di lantai lift dan lift untuk mengingatkan orang-orang di dalam terminal domestik dan internasional bandara tentang pentingnya menjaga jarak fisik di antara mereka, katanya.

COVID-19, yang awalnya menyerang kota Wuhan di Cina pada akhir Desember 2019, telah menewaskan lebih dari 8.900 orang dan menginfeksi sedikitnya 218.900 orang di seluruh dunia.

Di Indonesia, virus telah menginfeksi setidaknya 227 orang dan membunuh 19 sementara 11 lainnya telah pulih dan dikeluarkan dari rumah sakit.

Memperhatikan meningkatnya jumlah kematian dan penyebaran virus ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah korona sebagai pandemi global.

Pemerintah Indonesia telah menerapkan tindakan pencegahan sejak tahap awal wabah koronavirus yang pertama kali melanda kota Wuhan di Cina pada akhir Desember 2019.

Selain memasang pemindai termal di bandara dan pelabuhan laut negara itu serta membuat persiapan di rumah sakit di seluruh nusantara, pemerintah Indonesia telah memulangkan beberapa ratus warga.

Pada 2 Februari, total 238 warga negara Indonesia diterbangkan dari Wuhan, Cina, untuk dikarantina di Kabupaten Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Semua orang Indonesia ini ditemukan sehat dan dipersatukan kembali dengan keluarga mereka.

Pada 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan bahwa dua orang Indonesia dinyatakan positif COVID-19. Jumlah yang terinfeksi dikonfirmasi oleh pemerintah cenderung meningkat terus selama beberapa hari terakhir. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar